Home / Berita / Perjalanan Panjang Vaksin Berlemak Babi Perjalanan Panjang Vaksin Berlemak Babi

17 July 2009 | Kategori: Berita

Kendati tetap mengharamkan vaksin meningitis yang mengandung enzim babi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan penggunaannya dengan alasan darurat. Berikut kronologi penggunaan vaksin hingga pengharamannya:

Tahun 1987
Departemen Kesehatan RI mencatat 99 jamaah haji asal Indonesia meninggal dunia akibat meningitis atau kerusakan pada selaput otak.

Tahun 1988
Arab Saudi mewajibkan jamaah haji disuntik vaksin meningitis. Selain Indonesia, ada 77 negara lain yang menggunakan vaksin ini untuk jamaah haji. Setelah penggunaan vaksin itu, pada 1998-2005 tidak ada lagi laporan jamaah haji meninggal karena meningitis.

24 April 2009
Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun, mengekspose adanya kandungan babi pada vaksin meningitis. Kandungan zat haram itu ditemukan dalam penelitian LPPOM MUI Sumsel bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Wacana vaksin meningitis haram pun mencuat.

26 Mei 2009
Rencana membahas status vaksin meningitis gagal digelar. Sebuah sumber menyatakan ada upaya memepetkan persoalan itu dengan pelaksanaan ibadah haji, agar keharaman vaksin itu bisa dima”fukan (dibolehkan) karena faktor kedaruratan.Direktur Eksekutif LPPOM MUI, Dr M Nadratuzzaman Hosen, menilai Glaxo Smith Kline (GSK), perusahaan pembuat vaksin meningitis, telah melakukan kebohongan karena menyatakan vaksin itu bebas dari enzim babi, padahal secara zat jelas mengandung babi.

6 Juni 2009
MUI Pusat mengeluarkan fatwa haram terhadap vaksin meningitis. Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma”ruf Amin, mengatakan, keputusan itu telah diperkuat keterangan Depkes bahwa vaksin itu mengandung babi.

16 Juni 2009
Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, menyatakan, keputusan tentang haram atau halalnya vaksin meningitis yang digunakan calon jamaah haji, umrah, dan pekerja musiman, merupakan kewenangan MUI.

28 Juni 2009
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat, Husniah Rubiana Thamrin, membenarkan, dalam proses pembuatan vaksin meningitis bersentuhan dengan unsur babi–kendati sudah melalui proses ekstraksi.

Kepala BPOM menyatakan, BPOM Arab Saudi telah menawarkan Indonesia membuat vaksin meningitis. karena Indonesia merupakan satu dari 20 negara di dunia yang mampu memproduksi vaksin, antara lain, Biofarma.Anna Priangani dari LPPOM MUI menyatakan, bahan babi yang digunakan sebagai media dalam pembuatan vaksin meningitis adalah lemak babi (gliserol).

7 Juli 2009
Para ulama merencanakan mengirim delegasi ke Arab Saudi menyusul tak kunjung jelasnya sikap negara itu terhadap vaksin meningitis.

8 Juli 2009

Ketua MUI, KH Ma”ruf Amin, menyatakan, MUI kemungkinan menetapkan fatwa kedaruratan vaksin karena pemerintah belum menemukan vaksin meningitis yang terbebas dari unsur babi.

13 Juli 2009
Delegasi ulama Indonesia menemui Grand Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Ahal Syekh, dan Menteri Urusan Haji Arab Saudi, Hatim Hasan Qadi. Keduanya kaget mendengar vaksin meningitis mengandung babi. Grand Mufti berjanji melakukan penelitian dan pengujian laboratorium untuk memastikan hal itu. Fatwa akan dikeluarkan setelah penelitian.

Delegasi ulama Indonesia juga mendapat informasi kemungkinan vaksin meningitis itu akan dibahas khusus oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI), karena vaksin itu digunakan oleh 77 negara Islam. Delegasi ulama Indonesia, antara lain, terdiri atas KH Amidhan, ketua MUI; Anwar Ibrahim, ketua Komisi Fatwa MUI; KH Muhyiddin Junaidi, ketua Hubungan Luar Negeri MUI; Muhammad Nadratuzzaman Hose, direktur eksekutif LPPOM MUI; serta Anwar Abbas, wakil sekretaris MUI.

16 Juli
MUI menyatakan vaksin meningitis tetap HARAM, tapi membolehkannya dengan alasan darurat. Yang boleh menggunakan vaksin atas nama kedaruratan adalah yang baru pertama kali naik haji dan orang yang telah bernazar untuk umrah. Di luar itu dianggap tidak darurat. she/osa/yto

Sumber : http://www.jurnalhaji.com/2009/07/17/perjalanan-panjang-vaksin-berlemak-babi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s