Warga Saudi Enggan Divaksin H1N1

JEDDAH, (MCH) Tanggapan warga terhadap kampanye vaksinasi flu burung (H1N1)yang dilancarkan pemerintah Arab Saudi umumnya rendah. Hanya 31 persen pelajar dari jumlah yang diprogramkan ikut mendaftarkan diri untuk divaksinasi.

Direktur klinik yang ditunjuk melakukan program kampanye akhir pekan di 40 sekolah di Jeddah, Khalaf Al Mutairy, Senin (21/12) mengungkapkan, orang tua murid agaknya meragukan efektivitas vaksin tersebut setelah mendengar pernyataan Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan bahwa mereka tidak bertanggung jawab terhadap efek samping seperti terjadinya komplikasi atau kematian setelah seseorang menerima vaksinasi. Hanya di kawasan provinsi Asir, cuma sepuluh persen orang tua murid yang berkeberatan jika anak mereka divalksin vaksi flu babi.

Menurut catatan, pada musim haji 1430H ini terdapat empat warga asing meninggal akibat terkena flu babi yakni dari Pakistan, India, Sudan dan Nigeria. Sementara ada empat jemaah haji Indonesia yang semula diduga terkena wabah penyakit yang mematikan itu karena mengalami gejala naiknya suhu tubuh mereka sehingga terkena alat pemindai suhu tubuh di bandara embarkasi King Abdul Aziz Jeddah. Setelah diobservasi, mereka ternyata hanya terserang influensa biasa sehingga bisa meneruskan prosesi ibadah.

Menurut Mutairy, para orang tua menjadi ragu, kenapa kedua menteri menyatakan hal itu. Padahal untuk pemberian vaksin lain (misalnya BCG, cacar atau polio-red) terutama saat bayi lahir, dibiarkan saja.

Ia juga menyayangkan, Departemen Kesehatan terburu-buru melancarkan kampanye vaksinasi flu babi, sementara tenaga-tenaga pembimbing di sekolah dan staf yang menangani penyakit dan peralatan medis belum siap.

Sebaliknya, Direktur Pusar Kesehatan Dasar di Jeddah Nuha Dashash menuding media telah menciptakan ketidakpercaan publik terhadap program tersebut. “Jika vaksin tersebut berisiko terhadap yang menerimanya, kami tidak mungkin memprakasainya terlebih dulu, juga pada anak-anak kami sebelum
memberikannya pada warga.”

Ia juga merasa optimistis, kesadaran warga akan meningkat pada hari-hari mendatang. Oleh karena itu, pihaknya berusaha terus menyadarkan warga tentang pentingnya vaksinasi flu babi bagi mereka.

Sementara seorang siswa di distrik Basmah, Jeddah menyatakan ia tidak bersedia divaksin karena adanya isu korban yang meninggal setelah divaksinasi. Ia juga ia meragukan keaslian vaksin yang diperagakan oleh Menteri Kesehatan dan anaknya saat mengawali kampanye tersebut. (Nanang)

Sumber : http://kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=5397

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s