Siswa SD Citawinaya Tewas Setelah Diimunisasi

SUBANG – Seorang pelajar Kelas I Sekolah Dasar Cintawinaya Desa Salamjaya, Kecamatan Pabuaran, Erna Arnawati (6), meninggal dunia setelah mendapatkan imunisasi tim medis Puskesmas Pringkasap Kec Pabuaran pada Sabtu 24 november lalu di sekolahnya.

Menurut penuturan ayah korban, Taman (55), putri ketiga dari tiga bersaudara ini sempat mengeluh sakit pada bagian lengan bekas suntikan dan disertai panas pada tubuhnya. Mendengar keluhan yang disampaikan Erna, Taman membawa putrinya ke kediaman Bidan Maryam, Kepala Puskesmas Pringkasap.

“Setelah berobat ke bidan Maryam, sakit Erna bertambah parah. Selain badannya panas, Erna mengeluh mual dan muntah beberapa kali. Kemudian, saya bawa lagi ke Puskesmas, di sana Erna diurus oleh Bidan Ai,” papar Taman didampingi Istrinya, Rasmi di kediamannya di Kp. Bakan Cingcau RT.29/12 Desa Pringkasap, Kec Pabuaran, Subang, Jawa Barat, Jumat (30/11/2007).

Pada pengobatan yang ke dua di Puskesmas Pringkasap, kondisi Erna semakin parah. Menurut Taman, setelah dibawa ke Puskesmas Pringkasap tubuh putrinya mengalami kejang-kejang, bahkan untuk berjalan saja harus dibantu.

Namun, demi kesembuhan Erna, Taman tidak putus harapan. Dia berusaha untuk mengobati penyakit putri terakhirnya. Melihat kondisi Erna semakin memburuk, Taman berinisiatif membawa ke tempat Praktek dr. Elan di Desa Pringkasap.

Dari dr. Elan, Erna diberi obat penenang. Dr. Elan sendiri mengaku tidak sanggup menangani penyakit Erna, sebaliknya dia menyarankan Erna untuk dibawa ke Puskesmas Pabuaran.

“Belum juga berangkat ke Puskesmas, kondisi Erna semakin parah. Tubuh Erna lemas bahkan tidak bisa menggerakan anggota badannya. Kamis kemarin sekira pukul 19.45 WIB, Erna menghembuskan nafas terakhirnya,” papar Taman sambil menangis.

Atas meninggal putrinya, Taman mengaku ikhlas. Kendati demikian, secara diplomatis, Taman berharap kejadian semacam ini tidak terulang dan menimpa siswa setelah dilakukan imunisasi. “Cukup hanya Erna seperti ini, jangan sampai ada erna-erna lain,” ujarnya

 

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Pringkasap, Bidan Maryam membantah penyebab kematian pelajar kelas I SD Cintawinaya Desa Pringkasap itu lantaran suntikan Imunisasi. Menurut dia, kematian Erna tidak menutup kemungkinan karena penyakit yang muncul setelah Imunisasi.

Hal ini menurut dia, sesuai hasil pemeriksaan tidak ada dampak yang cukup serius karena Erna hanya mengalami mencret dan mual. Pihak Puskesmas Pringkasap, menyerahkan uang duka cita kepada keluarga Era sebesar Rp750 ribu.

Hal yang sama juga ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan kab Subang dr. Alma Lucyati. Dia membantah, penyebab kematian pelajar kelas I SD Cintawinaya Desa Pringkasap itu dihubungkan dengan program imunisasi. Karena menurut dia, program pemerintah pusat itu sebagai upaya pencegahan dari penyakit.

“Secara teoritis, penyebab meninggalnya Erna bisa saja karena kekebalan tubuhnya lemah dan infeksi. Dengan program imunisasi ini, pemerintah mengupayakan supaya tidak mudah terkena penyakit,” ujar dr Alma Lucyana saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jalan Otista, Subang.

Sementara itu, dr. Elan yang memberikan obat penenang kepada Erna, di depan sejumlah aparat Desa menjelaskan, kematian Erna tidak ada hubungannya dengan Imunisasi namun kematian Erna adanya penyakit penyerta yang muncul setelah di suntik Imunisasi.

Hal itu dibuktikan saat waktu Erna disuntik dalam keadaan sehat, sehingga tim pelaksana Imunisasi berani menyuntik. Demikian halnya setelah disuntik, pada tubuh korban tidak terjadi tanda-tanda dan indikasi kelainan atau setelah disuntik menjadi penyebab kematian seseorang.

“Adapun setelah disuntik terjadi reaksi di tubuh menjadi panas itu hal biasa, karena setiap kali anak habis disuntik Imunisasi akan terjadi hal seperti itu.” terang Elan.

Kendati demikian, Alma Lucyati menambahkan, untuk memastikan penyebab kematian Erna, pihaknya mengutus tim kesehatan untuk mengkaji masalah itu. Sementara Wakil Ketua DPRD Kab Subang, dr Encep Sugiana menegaskan sebaiknya masyarakat tidak mudah men-judgetifikasi penyebab meninggalnya Erna karena imunisasi. Menurut dia, jika diperlukan utuk memastikan penyebab kematiannya, Encep menyarankan sebaiknya dilakukan visum.

“Saya kira kurang bijak juga kalau dikatakan penyebab meninggalnya karena imunisasi. Jika memang diperlukan, bisa saja dilakukan visum, sehingga bisa ketahuan penyebab pastinya,” jelasnya. (Annas Nasrullah / Sindo / kem)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2007/11/30/1/64996/siswa-sd-citawinaya-tewas-setelah-diimunisasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s