MUI Bolehkan Vaksin Meningitis

Jakarta, 17/7 (Pinmas)–Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, vaksin meningitis yang bercampur dengan enzim babi haram, seperti fatwa sebelumnya. Tapi, atas nama kedaruratan, MUI memfatwakan vaksin haram tersebut boleh digunakan jamaah haji dan umrah.

Penggunaan vaksin radang selaput otak itu dihukum darurat karena Pemerintah Arab Saudi tetap mewajibkan. Padahal, yang ada hanya vaksin dari Belgia dan puluhan negara lain yang bercampur enzim babi, sementara Pemerintah Indonesia belum bisa menyediakan vaksin halal.

Tapi, karena darurat, Ketua MUI, KH Ma`ruf Amin, mengatakan, vaksin itu hanya boleh digunakan orang yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji. “Untuk wajib haji, MUI membolehkan,“ kata Ketua MUI, KH Ma`ruf Amin, seusai pengambilan keputusan soal vaksin, Kamis (16/7). Untuk jamaah umrah, penggunaan vaksin itu juga dibatasi. MUI hanya membolehkan vaksin itu bagi orang yang telah bernazar. Misalnya, akan melakukan ibadah umrah bila usahanya di bidang tertentu berhasil.

Hukum kedaruratan itu tidak berlaku bagi orang yang naik haji untuk kedua kali atau lebih. “Tidak boleh menggunakan vaksin karena sudah bukan darurat,“ kata Ketua MUI, Amidhan.Status darurat tersebut berlaku selama pemerintah belum menyediakan vaksin halal. MUI mendesak pemerintah segera mendapatkan atau memproduksi sendiri vaksin halal. “Tahun 2010 harus sudah ada vaksin halal,“ kata Ma`ruf Amin.

Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji Departemen Agama (Depag), Abdul Gharuf Djawahir, menghormati fatwa MUI. Depag, kata dia, akan melakukan pembicaraan dan berkoordinasi dengan pihak Departemen Kesehatan (Depkes), dan mengambil langkah lanjutan. Menurut Ghafur, MUI juga perlu mengantisipasi jika ada pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat, khususnya jamaah haji. “Bisa saja kan nanti jamaah bertanya ke MUI, kok di Malaysia dan di negara lain yang menggunakan vaksin yang sama, tidak diharamkan,“ katanya.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Baluki Ahmad, menyatakan, akan mengikuti fatwa MUI. “Sudah capai membicarakan vaksin. Kita pasrah diri saja. Apa boleh buat,“ katanya.Tapi, Baluki Ahmad menyayangkan MUI yang tidak menunggu Arab Saudi dalam menentukan fatwa. Sebelumnya, tokoh Islam Indonesia–termasuk dari MUI–menemui mufti Arab Saudi. “Jika keputusannya hanya di MUI, untuk apa ke Arab Saudi,“ katanya.(rep/ts)

Sumber : http://kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=4232

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s