Anggaran Pelayanan Kesehatan Haji 2007 Rp 125 Miliar

Jakarta, 27/8 (Pinmas) – Pemerintah mengalokasikan anggaran dana sekitar Rp125 miliar untuk pelayanan kesehatan bagi jemaah haji tahun 2007, kata Direktur Surveilans, Epidemiologi, imunisasi dan Kesehatan Matra Dr. Yusharmen, Dcom, MSc kepada Antara di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, dana itu akan digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji seperti pemeriksaan kesehatan; penyiapan kesehatan jemaah; pengadaan obat, vaksin dan alat kesehatan; serta perekrutan dan pemberian honor bagi tenaga kesehatan haji. Selain itu, ia melanjutkan, alokasi dana tersebut juga digunakan untuk membiayai kegiatan pendukung lain seperti survelans suhu dan kelembaban udara di tanah suci, pemeriksaan sampel makanan jemaah, dan pengawasan kesehatan lingkungan di sekitar pemondokan jemaah haji. Dijelaskan pula bahwa pelayanan kesehatan bagi jemaah haji diberikan sejak jemaah berada di daerah asal hingga 14 hari setelah jemaah tiba di Tanah Air. Berkenaan dengan hal itu, secara terpisah Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menjelaskan bahwa dana untuk pelayanan kesehatan haji tersebut tidak dibebankan kepada jemaah haji namun dialokasikan dari dana APBN. Ia menjelaskan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji dalam hal ini pihaknya mengacu pada standar pelayanan kesehatan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). “Dalam hal ini WHO mengatur rasio jumlah dokter dan paramedis dengan jumlah pasien. Jadi kalau sebelumnya hanya satu dokter dan satu paramedis per kloter sekarang kami tingkatkan menjadi satu dokter dan dua paramedis per kloter,” jelasnya. Perekrutan dokter dan paramedis untuk keperluan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji, kata dia, dilakukan berdasarkan uji kompetensi supaya semua masalah kesehatan darurat yang terjadi selama kegiatan haji tertangani dengan baik. “Dulu dokter haji adalah hadiah, jadi misalnya Jawa Timur ada sekian kloter maka dapat hadiah TKH (Tenaga Kesehatan Haji-red) sekian. Akibatnya tenaga kesehatan yang ditugaskan kadang tidak memiliki kompetensi sesuai kebutuhan,” ujarnya. Namun, ia melanjutkan, sekarang perekrutan tenaga kesehatan benar-benar dilakukan berdasarkan kebutuhan kompetensi untuk pelayanan kesehatan bagi jemaah haji. “Dokter harus mampu menangani semua keadaan darurat yang mungkin terjadi seperti krisis hipertensi atau serangan jantung. Dokter-dokter yang kita rekrut untuk haji harus sudah punya ACLS (Advance Cardiology Life Support-red),” kata Menteri Kesehatan. (Ed/ts)

Sumber : http://kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=884

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s