Pengumuman WHO Flu Babi Masih Pandemi Dinilai Terburu-buru

Jakarta, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa H1N1 atau flu babi masih menjadi pandemi, meskipun jangka waktu aktivitas yang paling intens tampaknya telah berlalu. Tapi menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pengumuman ini terlalu terburu-buru.

Seperti dilansir dari situsnya pada 3 Juni 2010, WHO mengumumkan bahwa H1N1 atau yang lebih dikenal dengan flu babi masih menjadi pandemi. Direktur Jenderal WHO, Margaret Chan mengatakan bahwa tingkat siaga pandemi saat ini masih dalam kemungkinan tertinggi, yaitu tahap 6. WHO akan meninjau keputusan ini pada bulan Juli mendatang.

Pembaruan global diberikan kepada Emergency Committee mengenai situasi pandemi, termasuk fokus khusus pada perkembangan di Afrika dan belahan bumi selatan. Daerah yang paling aktif penularan virus influenza saat ini di daerah tropis, terutama di bagian-bagian dari Karibia dan Asia Tenggara.

“Pengumuman pandemi H1N1 yang diumumkan WHO terlalu terburu-buru,” ujar Dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR. PH, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dalam sambutannya membuka acara simposium ‘Influenza Current Situation and Prevention’ di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (5/6/2010).

Dr Endang menuturkan bahwa tindakan ini terlalu terburu-buru, karena WHO hanya memperhitungkan berdasarkan penyebaran wilayah yang terserang, tidak memperhitungkan tingkat mortalitasnya juga. Tindakan WHO juga dikritik dari banyak negara karena menggunakan parameter yang longgar.

Menurut Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, ada ketidakkonsistenan tentang definisi mengenai pandemi yang digunakan WHO.

WHO pernah menyatakan bahwa yang dikategorikan pandemi bila menyebabkan kematian yang luas dan menyebar. Tapi pengumuman pandemi H1N1 ini hanya didasarkan pada luas wilayah yang banyak terkena H1N1.

Tapi dengan adanya pengumuman pandemi H1N1 ini, pemerintah Indonesia sudah mengambil strategi-strategi nasional dalam upaya mencegah penyebaran yang semakin meluas.

“Pengumuman WHO tentang pandemi H1N1 ini sebenarnya ada positifnya juga. Pemerintah jadi lebih siaga menghadapinya dengan melakukan banyak upaya pencegahan,” ujar Prof Cissy B. Kartasasmita, dr., Sp.A(K), MSc, PhD, Guru besar Ilmu Kesehatan Anak UNPAD dan ahli paru dan saluran napas anak RS Dr Hasan Sadikin, Bandung.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s