Gadis Inggris Meninggal Setelah Divaksin Kanker Serviks

Seorang gadis di Inggris meninggal dunia setelah disuntik vaksin kanker serviks (leher rahim) yang merupakan sebuah program imunisasi pemerintah Inggris untuk memerangi jenis kanker tersebut. Peneliti pun masih mencari tahu alasan pasti meninggalnya gadis itu.

Pemerintah Inggris mulai melakukan program vaksinasi rutin kepada para gadis usia 12 dan 13 tahun sejak September 2008. Dengan menggunakan vaksin Cervarix yang diproduksi oleh GlaxoSmithKline, diharapkan transmisi penyakit menular seksual yang banyak menyebabkan kanker serviks pada perempuan bisa dicegah.

Namun dengan adanya peristiwa meninggalnya gadis tersebut, program vaksinasi tersebut terpaksa ditunda untuk sementara waktu. Vaksin yang diketahui bisa mencegah dan melindungi seseorang dari virus papiloma atau human papilloma virus (HPV) justru menyebabkan tragedi kematian.

Gadis yang masih belum diketahui namanya tersebut meninggal dunia pada saat makan siang. Dr Caron Grainger, direktur Public Pealth for NHS Coventry and Coventry City Council mengatakan tidak bisa langsung mengaitkan antara vaksin dengan kematian sang gadis, meskipun memang sesaat sebelumnya ia baru disuntik vaksin Cervarix.

Beberapa gadis lain di sekolah itu pun ternyata mengalami gejala yang aneh setelah diberi vaksin, seperti pusing, lemah, demam ringan, sakit otot dan muntah-muntah, namun mereka tidak dibawa ke rumah sakit. “Jika anak gadis Anda diberi vaksin, sebaiknya orang tua lebih waspada,” ujar Dr Julie Roberts, sang kepala sekolah.

“Kami turut berduka dengan meninggalnya gadis itu. Saat ini kami bekerjasama dengan Department of Health and MHRA (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency) untuk mempelajari kasus tersebut, namun penyebab pasti meninggalnya gadis itu masih belum diketahui,” ujar Dr Pim Kon, direktur medis dari GlaxoSmithKline UK yang memproduksi vaksin Cervarix seperti dilansir BBC, Rabu (30/9/2009).

Pim juga mengatakan bahwa bahwa gejala yang banyak terjadi pada gadis-gadis setelah disuntik vaksin itu adalah efek samping dari proses injeksi (suntikan), bukan karena vaksin itu sendiri.

Di Inggris saat ini 3.000 wanita didiagnosis terkena kanker serviks setiap tahunnya, dan sudah 1.000 orang yang meninggal dunia. Virus papiloma sendiri diketahui terdiri dari 100 jenis, tapi hanya 13 jenis yang menyebabkan kanker. Cervarix disebut-sebut bisa melindungi dua jenis strain HPV yang paling banyak menyebabkan kasus kanker serviks yaitu sekitar 70 persen.

Sejak program imunisasi tersebut diumumkan, memang terdapat kontroversi tentang pemakaian vaksin Cervarix. Di beberapa negara, vaksin untuk memerangi kanker serviks bukanlah Cervarix, tapi Gardasil. Tapi entah mengapa pemerintah Inggris justru memakai vaksin Cervarix.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s