Asal-usul Vaksin Meningitis Semua Sama

Jakarta, Fatwa MUI mengatakan vaksin meningitis dari Belgia haram, sementara dari Italia dan China halal. Beberapa pakar meragukan hasil audit MUI, sebab semua vaksin tersebut menggunakan teknologi dan bahan baku yang sama.

Bagaimanapun, keluarnya fatwa tesebut membawa dampak cukup besar bagi persiapan keberangkatan calon jamaah haji. Selain dana yang dibutuhkan akan membengkak, waktu yang dibutuhkan untuk mendistribusikan vaksin pengganti menjadi sangat terbatas.

Diungkap oleh Prof Dr Umar Anggara Jenie, MSc, Apt, vaksin terbaru yang dibuat oleh perusahaan Belgia, GlaxoSmithKline (GSK) sebenarnya sudah tidak bersinggungan dengan unsur babi. Unsur babi berupa porcine hanya digunakan dalam menyiapkan bibit kuman, yang merupakan bahan baku vaksin.

“Persinggungan inipun seharusnya tidak menjadi masalah, karena bibit kuman yang digunakan sudah melewati pencucian dengan pengenceran hingga 1:67.500.000.000 kali,” ungkap Prof Umar dalam media workshop Vaksin Meningitis dari Sudut Kesehatan dan Hukum Islam, di kampus Universitas YARSI, Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Pendapat senada juga disampaikan oleh mantan Menteri Kesehatan, Dr dr Siti Fadilah Supari, SpJP (K) yang juga hadir sebagai pembicara dalam workshop tersebut. Menurutnya, tidak ada perbedaan antara vaksin yang dinyatakan halal oleh MUI dengan yang haram.

Siti mengungkapkan, bibit kuman yang dimaksud tidak dikembangkan sendiri oleh GSK melainkan dibeli dari perusahaan lain. Sama seperti GSK, produsen vaksin asal Italia Novartis juga tidak memproduksi sendiri bibit kuman untuk membuat vaksi meningitis.

“Bedanya, asal-usul vaksin GSK dilacak sampai nenek moyangnya oleh MUI sementara yang dari Novartis tidak. Padahal sebenarnya sama saja,” ungkap Dr Siti.

Terkait dengan audit yang dilakukan LPOM MUI terhadap 3 produsen vaksin, Prof Umar yang juga merupakan mantan Kepala LIPI mengatakan proses tersebut seharusnya melibatkan akademisi. Lembaga yang berwenang untuk melakukan audit juga harus disertifikasi agar dapat mempertanggungjawabkannya secara profesional.

Sumber

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s